fbpx

Mini Cart

Sebagai salah satu sumber karbohidrat utama bagi sebagian besar masyarakat Asia, tak terkecuali Indonesia, nasi dihidangkan dalam berabagi macam menu. Ada yang di olah menjadi nasi uduk, nasi kuning, nasi liwet, nasi goreng, dan nasi berbumbu lainnya. Salah satu olahan nasi yang cukup popular adalah nasi kebuli dan nasi biryani.

Source: travel.kompas.com 

Dua olahan nasi tersebut sudah cukup familiar bagi masyarakat Indonesi. Dilansir dari diction.co.id, kedua olahan nasi tersebut memang terlihat sama, tapi keduanya ternyata berbeda. Simak 3 perbedaan antara nasi kebuli dan nasi biryani berikut ini.

Asal Muasal 

Perlu diketahui, asal muasal dua oalahn nasi tersebut sangat berbeda. Nasi kebuli sendiri merupakan hidangan asli Indonesia. Namun, meskipun hidangan asli Indonesia, tapi nasi kebuli merupakan olahan nasi yang umumnya dibuat oleh warga keturunan Arab Saudi yang sudah menetap lama di Indonesia. Hidangan ini cukup popular karena rasanya yang unik dengan memadukan rasa dan bahan dari Indonesia dan pengaruh rempah dari Timur Tengah. Sedangkan nasi biryani sendiri berasal dari Asia Selatan seperti Pakistan dan India. Secara harfiah, kata Biryani sendiri berasal dari Bahasa Persia yang artinya goreng atau panggang.

Source: https://scmedia.com/

Proses Pengolahan 

Selain asal muasal yang berbeda, proses pengolahan dua nasi tersebut juga berbeda. Untuk nasi kebuli sendiri, cara pengolahannya adalah dengan menanak nasi bersama kaldu dan susu kambing. Dalam prosesnya, bisa juga dimasukkan daging kambing yang sudah di tumis, kemudian ditambah minyak samin untuk menambah aroma khas dan ditambah dengan bumbu – bumbu lain seperti bawang putih, bawang merah, lada hitam, cengkeh, ketumbar, jintan, Kapulaga, pala, minyak samin, dan kayu manis. Setelah itu, disajikan dengan asinan nanas dan mentimun serta sambal goreng ati.

Sedangkan untuk nasi biryani, beras di rebus terlebih dahulu di panci lain secara terpisah dan tidak diberi kaldu dan susu kambing. Untuk rempah – rempahnya sendiri adalah ketumbar, salam koja, daun mint, jahe, bawang Bombay, kacang – kacangan, dan berbagai rempah lainnya. Rempah – rempah tersebut dicampur dengan kaldu dan dituang ke beras yang sudah setengah matang. Kemudian di masak jadi satu dalam wadah tertutup sampai bumbu meresap sempurna dan matang.

Source: https://thebiryaniblogger.com/

Rasa dari Rempah – Rempah 

Jika dilihat dari segi rasa, tentu rasa keduanya tidak memiliki perbedaan yang jauh karena memiliki rempah – rempah yang sebenarnya cukup mirip. Namun, keduanya memiliki rasa gurih yang berbeda. Nasi kebuli memiliki rasa gurih yang berasal dari susu kambing dan kaldu karena berasal dari aroma kapulaga dan kari yang dominan. Sedangkan untuk nasi biryani, rasa dari rempah yang mendominasi adalah rasa kunyit dan memiliki sedikit rasa yang pedas dan hangat.

Source: https://sortedfood.com/

Menu Nasi Biryani ala Kokikit 

Jika kamu cukup familiar dengan olahan nasi kebuli namun kurang familiar dengan olahan nasi biryani, cobalah Paket Meal Kit nasi biryani dengan Kambing ungkep ala Kokikit yang direkomendasikan oleh Arie K Untung. Paket nasi ini diolah langsung oleh Chef Hendro, S.Par, seorang ahli gastronomi yang sudah professional di bidangnya.

Source: dokumentasi Kokikit

Nasi liwet adalah salah satu menu khas dari Sunda yang disebut juga dengan ‘ngaliwet’. Nasi liwet ini awalnya merupakan kebiasaan masyarakat Sunda membawa bekal untuk bercocok tanam karena jauh dari rumah. Selain itu, kebiasaan ngaliwet ini memiliki makna mendalam dan menarik untuk makan bancakan atau tradisi makan bersama dalam satu alas makan.

Dilansir dari kompas.com, Teddi Muhtadin, salah satu Dosen Sastra Sunda Universitas Padjajaran, menyebutkan bahwa menu nasi liwet sunda memiliki bumbu dasar dengan garam, bawang merah, bawang putih, serta rempah – rempah lain seperti serai, lengkuas, cabai, minyak kelapa, dan ikan – ikanan.

Source: gencil.news.com 

Memang, salah satu lauk khas liwetan menggunakan ikan asin, namun ikan apa saja sebenarnya bisa dijadikan sesuai selera. Berikut beberapa lauk pendamping untuk menikmati nasi liwet yang bisa anda jadikan inspirasi menu nasi liwet Sunda untuk anda sekeluarga.

Varian Lauk Pendamping Nasi Liwet

Ikan Asin Jambal Roti

Nasi liwet pastinya akan terasa makin sedap dan wangi jika menggunakan banyak rempah dan juga potongan – potongan lauk didalamnya. Salah satunya adalah Ikan Asin Jambar Roti. Dengan tambahan ikan asin jamba roti, di jamin aroma dan rasa nasi liwet akan semakin gurih, wangi, dan menggoda. Sehingga akan semakit menghangatkan apapun acara makan – makan bersama keluarga, sahabat, rekan kerja, maupun arisan.

 

Source: https://kompas.com/

Tahu Tempe Goreng

Orang Indonesia rasanya kurang lengkap jika tidak menggunakan tahu dan tempe goreng sebagai lauk, tak terkecuali sebagai lauk nasi liwet. Rasanya yang nikmat, empuk, nilai gizi yang cukup tinggi, dan harga yang sangat terjangkau membuat tahu rempe dipakai sebagai lauk di hampir semua masakan Indonesia. Untuk menyiapkan tahu dan tempe goreng sebagai lauk istimewa nasi liwet, marinasi tempe dan tahu terlebih dahulu menggunakan bawang putih, garam, dan ketumbar selama 10 menit. Goreng hingga garing, kemudian sajikan sebagai lauk pendamping nasi liwetmu.

 

 

Source: https://www.suara.com/

Tumis Oncom Leunca

Menu lauk pauk ala Sunda memang tak bisa lepas dari sayur mayur. Tak heran jika untuk menyajikan nasi liwet pun, wajib rasanya menyajikan juga sayuran pendamping, salah satunya olahan tumis oncom leunca yang merupakan hidangan rumahan ala Sunda yang sederhana, murah, namun penuh dengan gizi.

 

Source: kabarindah.com/

Lalapan

Rasanya kurang lengkap jika menyajikan menu khas Sunda tanpa adanya lalapan mentah untuk dilahap bersama nasi liwet hangat. Siapkan beberapa sayuran yang nikmat dan segar untuk mendampingi nasi liwetmu seperti selada, kubis, daun kemangi, timun, dan sebagainya.

 

Source: https://www.sehatq.com/

Nasi Liwet ala Kokikit

Jika saat ini, kamu ingin menikmati seporsi nasi liwet khas Sunda tapi terlalu mager untuk memasaknya terlebih dahulu, kamu bisa mencoba Nasi Liwet ala Indra Bekti dari Kokikit, dengan cara melakukan pemesanan di Kokikit lewat website, whatsapp, gofood, dan platform lainnya. Nasi Liwet yang kami sediakan di olah oleh chef professional yang menjaga rasa Nasi Liwet yang otentik dan terjamin rasanya.

Source: Dokumentasi Kokikit

Sebagai orang Indonesia, tentu memakan nasi tanpa lauk yang digoreng akan terasa kurang atau tidak ada lauk pauknya. Memang, lauk pauk yang digoreng menggugah selera. Namun jika tidak dikontrol dan terlalu sering makan goreng juga akan berdampak buruk untuk kesehatan.

Selain itu, dilansir dari Hello sehat, ada banyak kemungkinan buruk jika terlalu banyak mengkonsumsi gorengan. Beberapa kemungkinan tersebut termasuk memicu diabetes, jantung koroner, obesitas, stroke, dan banyak penyakit lainnya.

Source: hellosehat.com 

Alternatif Lauk Pauk Tanpa di Goreng 

Nah, untuk kamu yang sedang menghindari atau mengurangi lauk pauk yang digoreng, berikut ini beberapa alternative cara menyiapkan lauk pauk lezat yang bisa anda nikmati tanpa goreng.

Lauk Pauk Kukus

Mengukus adalah teknik mengolah lauk pauk termudah. Teknik ini benar – benar bisa memangkas banyak kalori kecuali jika anda menambahkan banyak bumbu. Teknik di kukus atau di tim ini bisa dipakai untuk memanggang ikan, ayam, daging sapi, dan sebagainya.

Source: https://style.tribunnews.com/

Lauk Pauk Panggang

Memanggang memang menjadi alternative terbaik jika anda saat ini sedang diet atau yang mengurangi gorengan. Apalagi, teknik memanggang dapat memotong kalori lauk pauk lebih banyak dibandingkan di goreng. Anda dapat mencoba daging ayam, sapi, ikan, bebek, tempe, dan lauk lainnya setelah di balur bumbu khas untuk memanggang seperti bumbu barbeque, bumbu teriyaki, atau membuat bumbu dari campuran cabai, lemon, madu, kecap, maupun campuran bumbu lainnya.  

Source: https://www.kompas.com/

Lauk Pauk Bacem

Bacem sebenarnya teknik memasak khas Jawa Tengah yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk mengolah lauk pauknya. Bacem atau disebut baceman ini adalah teknik memasak lauk seperti telur rebus, tempe, atau tahu dengan bumbu – bumbu penuh rempah, kecap, dan gula merah. Bumbu baceman ini rasanya manis dan gurih, dan digunakan sebagai lauk gudeg juga.

Source: winnetnews.com/

Lauk Pauk Pepes

Pepes juga bisa dipilih untuk teknik memasak lauk tanpa di goreng dan sangat lezat. Lauk pauk termasuk jamur, ikan, tahu, ayam dan sebagainya bisa diberi bumbu serta rempah dalam balutan daun pisang atau kertas aluminium foil.  

Source: https://www.idntimes.com/

Lauk Pauk Semur

Semur juga menjadi cara memasak yang baik untuk menyajikan lauk pauk tanpa didoreng. Apapun lauknya, baik daging ayam, daging sapi, tahu, tempe, maupun telur dengan kecp manis dan bumbu semur lainnya. Akan lebih nikmat jika ditambah sayuran seperti kentang untuk tambahan rasa dan vitamin.

Source: http://kompas.com/

Itu dia beberapa rekomendasi alternatif penyajian lauk pauk tanpa di goreng. Tapi, jika anda tidak ingin ribet, cek beberapa lauk pilihan dari Kokikit, ada beberapa pilihan lauk pauk yang minim penggunaan minyak dan di olah oleh tangan professional.

Di dalam tradisi masyarakat Sunda, mereka menyebut ngaliwet yang artinya menikmati nasi liwet yang bercita rasa tinggi dan penuh dengan rempah – rempah lezat. Akan tetapi, dibalik rasanya yang sangat lezat, tradisi menikmati nasi liwet atau ngaliwet ini memiliki makna unik yang menarik untuk dibahas. Ini dia ulasannya.

Source: graved.com

 

Berawal dari Bekal untuk Berladang

Dilansir dari Merdeka, salah satu budaya yang melekat di masyarakat Sunda sejak zaman duu adalah tradisi ngaliwet ini, begitu penjelasan Prof Murdijati Gardjito, ahli kuliner dari Universitas Gajah Mada. engan ngaliwet ini, maka para petani dan masyarakat Sunda pada umumnya menjadi lebih hemat .

Selain itu, dengan membawa liwetan, masyrakat Sunda bisa membawa berbagai macam tambahan lauk yang bisa dimakan saat berada atau bekerja jauh dari tempat tinggal, tanpa harus memasak serta mencari keluar ladang, karena mayoritas mata pencaharian masyarakat Sunda pada zaman dulu adalah berladang atau berkebun.

Source: infopublik.id 

Mempererat Tali Persaudaraan

Selain membawa liwetan untuk bekal selama bekerja, liwetan juga memiliki makna mendalam untuk mempererat tali persaudaraan. Ini dikarenakan kebiasaan masyarakat Sunda cara memakan nasi liwet, yaitu dimakan bersama – sama. Sejak zaman dulu, mereka senang menggunakan daun pisang yang panjang serta lebar sebagai alas untuk menikmati liwetan dan disantap bersama – sama sambil duduk bersila.

Source: travel.kompas.com

Dekat dengan Alam Sekitar

Liwetan juga memiliki makna semakin dekat dengan alam. Zaman dulu, masyarakat Sunda terbiasa memasak nasi liwet dan menghasilkan nasi beraroma khas dan bercita rasa gurih dengan menggunakan alam sekitarnya, mulai dari memasak menggnakan castol atau ketel yang digantungkan diatas kayu dan dibiarkan terbakar diatas bara api unggun. Ditambah lagi dari cara menikmatinya yang menggunakan daun pisang.  

Tapi, meskipun masyarakat Sunda modern seperti sekarang tidak lagi memasak nasi menggunakan castol, tapi hingga sekarang, masyarakat Sunda masih suka menikmati liwetan atau ngaliwet menggunakan daun pisang. Sehingga rasa authentic-nya tetap terjaga dan tetap dekat dengan alam sekitar.  

Source: http://qraved.com/

Mendapatkan tubuh yang ideal dan sehat pastinya menjadi dambaan semua orang. Namun untuk mendapatkan tubuh seperti itu, salah satu cara terbaik untuk mendapatkannya adalah olahraga, namun ada yang lebih penting daripada olahraga, yaitu menjaga asupan gizi dan nutrisi yang seimbang.

Karena itulah banyak program diet yang dijual oleh para ahli gizi dan pemilik brand diet sehta untuk membantu konsumen mereka mendapatkan tubuh idaman. Nah, buat kamu yang bingung harus memilih menu sehat apa yang paling pas untuk program dietmu, simak 3 menu makan siang untuk diet dengan rasa nikmat namun tinggi nutrisi dan rendah kalori berikut ini.

Source: cnn.com

1. Ayam Pedas Manis

Bahan:

– 100 gram ayam dada fillet
– 1 siung bawang putih cincang
– daun bawang, ambil bagian putihnya
– perasan lemon
– 1 buah tomat potong dadu
– sdt garam
– 1 sdm pasta tomat
– 1 sdm kecap manis

 

Cara memasak:
1. Rendam ayam dengan semua bumbu kecuali tomat selama 10 menit.
2. Panaskan pan, masukkan rendaman ayam.
3. Beri sedikit air, masak hingga matang.
4. Masukkan tomat, masak sebentar.

Source: masakapahariini.com

2. Ramen Diet

Bahan:
– 3 cm jahe iris kecil2
– 6 bawang merah
– 4 bawang putih
– 5 cabai
– 2-4 sdm kecap asin
– 1/2 sdt garam
– 1 sdt gula pasir
– 1 sdt penyedap
– 1500 ml air
– 2 sdm fiber cream

Pelengkap:
– sawi
– telur rebus
– wortel
– dada ayam
– jagung manis
– tahu
– mie

Cara memasak:
1. Rebus air, masukkan dada ayam dan beri kecap asin.
2. Cacah bawang merah, bawang putih, dan cabai. Masukkan ke rebusan ayam.
3. Masukkan jahe, garam, gula pasir, dan penyedap. Masak kurang lebih 20 menit.
3. Tiriskan potongan ayam. Saring airnya, ambil bawang dan cabai lalu blender.
4. Masak lagi air kuahnya. Tambahkan bawang dan cabai blender.
5. Tuang fiber cream.

Source: keto-mojo.com

3. Ikan Panggang Saus Tomat Keju

Bahan:

  • ½ sendok teh (sdt) minyak sayur(vegetable oil)
  • 4 potong ikan segar tanpa tulang (fillet)
  • 4 sendok makan (sdm) saus tomat
  • 4 buah tomat, diiris tipis
  • Sejumput lada hitam
  • 40 gram keju rendah lemak, diparut

Cara membuat:

  • Panaskan panggangan dengan api sedang-tinggi.
  • Olesi loyang dengan minyak sayur.
  • Letakkan semua ikan fillet ke dalam loyang dan oleskan 1 sdm saus tomat di atasnya.
  • Lalu taburi dengan irisan tomat segar, sedikit lada hitam, dan keju parut di atas ikan.
  • Panggang ikan selama 6-8 menit sampai matang.
  • Jika sudah matang, daging akan mudah dibelah. Anda bisa mengujinya dengan memotongnya pakai garpu.
  • Ikan panggang saus tomat keju pun siap untuk dihidangkan. Anda bisa menyajikannya bersama nasi atau kentang rebus dan sayuran hijau.

Source: cookpad.com

Chat dengan kami