fbpx

Mini Cart

Memasak mungkin bukan kegemaran semua orang. Namun, setiap orang pasti butuh makanan untuk tetap bertahan hidup. Salah satu penyebab mengapa orang-orang tidak memasak sendiri makanan mereka adalah waktu yang terbatas. Entah itu ibu rumah tangga yang sibuk dengan anak-anak aktif atau pekerjaan lainnya yang menumpuk. Atau, anda mungkin seorang pekerja yang jadwalnya sangat padat. Dan kemungkinan lainnya bisa saja anda tidak pandai memasak sama sekali. Namun, jika anda harus makan dan tidak ada orang lain yang bisa menyiapkannya, apa yang harus anda lakukan? Mungkin, kumpulan resep mudah dan sederhana berikut ini bisa membantu.

resep mudah dan sederhana
source : cnnindonesia.com

1. Nasi Goreng


Tahukah anda, bahwasanya ada banyak jenis nasi goreng yang bisa anda temukan di penjual makanan? Hanya saja, sebanyak apapun resep nasi goreng yang akan anda temukan, tetap saja aturan dasarnya adalah menggoreng ulang nasi dengan beragam bumbu agar terasa lebih lezat, bukan? Jika anda sudah memasak nasi di rice cooker maka anda bisa membuat nasi goreng dengan mudah. Bahkan, menu ini bisa dijadikan sebagai menu sarapan, makan siang atau makan malam. Jika anda masih ragu akan resepnya, cobalah resep nasi goreng mudah praktis berikut ini:

Bahan-Bahan:

  • Siapkan nasi secukupnya
  • Iris tipis satu siung bawang putih dan dua siung bawang merah.
  • Potong bahan tambahan seperti sayur, sosis atau ayam suwir.
  • Garam dan penyedap rasa.

Cara Membuat :

  • Pertama-tama panaskan sedikit minyak dan tumis bawang hingga harum. Masukkan nasi dan oseng terus agar tidak hangus di bagian bawah.
  • Kemudian, anda bisa menambahkan penyedap rasa dan garam secukupnya.
  • Kecilkan api dan masukkan bahan tambahan.
  • Cicip dan jika sudah terasa enak maka sajikan.

2. Olahan Sayuran

Selain nasi goreng, anda juga bisa memasak tidak sampai 15 menit untuk mengolah sayuran. Misalnya membuat tumis sayur, sayur santan dan jenis olahan lainnya. Takut sayuran di kulkas cepat busuk? Kenapa tidak membeli frozen food? Anda bisa memilih sayur beku. Dan, jenis sayuran ini tentunya lebih praktis serta lebih mudah untuk diolah. Misalnya saja membuat cah kangkung atau tumis kangkung. 

Bahan-Bahan:

  • Iris bawang merah (2 siung)
  • Potong dan bersihkan jahe 2 cm.
  • Potong serong dan bersihkan kangkung.
  • Teri nasi (opsional).
  • Air
  • Garam dan penyedap rasa.

Cara Membuat :

  • Panaskan sedikit minyak di dalam wajan dan tumis bawang hingga tercium harum.
  • Masukkan sebentar kangkung yang sudah dibersihkan dan kemudian tambahkan air secukupnya.
  • Masak dan kecilkan api hingga batang kangkung tidak terlalu keras.
  • Tambahkan garam dan penyedap rasa.
  • Sajikan dengan nasi hangat.
source : reseppedia.com

Olahan Roti Tawar

Selain sayuran dan nasi goreng di atas, anda juga bisa menggunakan resep olahan roti tawar. Kenapa harus roti tawar? Sebab mudah didapat, murah dan lumayan tahan lama. Lantas, olahan seperti apa yang tergolong di dalam resep mudah dan sederhana tersebut? Anda bisa mencoba membuat sandwich. 

Bahan-Bahan:

  • Roti Tawar (2 lembar atau secukupnya).
  • Mentega.
  • Mayonnaise.
  • Saus sambal dan tomat
  • Sayuran hijau seperti selada, timun, tomat dan bawang bombay (optional).
  • Telur ayam.

Cara Membuat:

  • Panaskan wajan anti lengket atau teflon.
  • Olesi bagian dalam dan luar lembaran roti dengan mentega.
  • Masukkan lembaran roti tawar dan tekan-tekan menggunakan sendok masak.
  • Ketika dirasa sudah agak gosong angkat dan balik.
  • Ceplok telur dan angkat setelah masak.
  • Lapisi roti tawar dengan mayonnaise, saus dan sayuran serta bawang bombay.
  • Letakkan telur dan beri sedikit lagi saus kemudian tutup dengan lembaran roti lainnya.

Itu tadi 3 resep masakan mudah dan sederhana. Cuma butuh waktu 10 hingga 15 menitan loh! 

Apakah anda termasuk orang yang malas membeli sayuran hanya karena mudah layu dan busuk? Walaupun melakukan banyak cara tetap saja cepat rusak, bukan? Nah, mungkin anda belum tahu cara dan tips menyimpan sayuran agar lebih tahan lama berikut ini. Jika anda mempelajarinya, dijamin sayuran anda lebih awet belum lagi, anda pasti lebih bersemangat untuk menyetok sayuran di rumah.

source : Beritamalam.com

Ketahui Pedoman Penyimpanan Sayuran Yang Tepat

Pertama-tama, anda harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana pedoman penyimpanan sayuran yang benar, yaitu:

  • Suhu yang tepat : sayuran bisa terus mengeluarkan karbon dioksida dan menghirup oksigen sama halnya dengan makhluk hidup. Kemampuan inilah yang nantinya mempengaruhi cepat atau tidaknya mereka mengalami pembusukkan. Kebanyakan sayuran membutuhkan suhu lebih rendah agar tidak mudah membusuk. Untuk itu, kebanyakan sayur akan langsung disimpan di kulkas agar awet.
  • Selain suhu, faktor kelembaban juga sangat dibutuhkan. Anda bisa menjaga kelembaban atau kadar air dengan mengemasnya di plastik yang diberi lubang-lubang kecil.
  • Kondisi sayur yang anda beli juga menentukan awet atau tidaknya saat disimpan. Kenapa? Sebab jika mengalami kerusakan misalnya terpotong atau kulitnya sudah terlepas maka mudah mengalami kerusakan akibat bakteri dan jamur. Untuk itu, usahakan mencari sayuran yang terlihat masih sangat bagus. Tidak rusak, patah atau bahkan ada sebagian yang sudah busuk. Jika ada yang sudah busuk segeralah potong atau buang agar tidak menyebar.
tips menyimpan sayuran
source : Popmama.com

Tips Menyimpan Sayuran Lebih Awet

Setelah mengetahui apa saja faktor yang penting dalam penyimpanan sayuran, anda juga harus tahu tips menyimpannya. Sebenarnya, jika anda lebih teliti, maka sayur yang anda beli tetap bisa tahan lama. Caranya adalah:

  • Jika anda ingin menyimpannya sayuran daun hijau seperti selada. Maka, usahakan untuk merendam atau mencucinya dengan campuran air lemon dan cuka. Sebab, air tersebut bisa membunuh bakteri yang mungkin sudah menempel. Jangan lupa juga untuk memotong bagian akar dan bersihkan menggunakan air mengalir. Setelah bersih, lap dengan tisu agar tidak terlalu basah.
  • Perhatikan mana jenis sayur yang lebih baik disimpan di kulkas dan mana yang disarankan di suhu ruang. Seperti tomat, tidak disarankan menyimpannya di suhu dingin. Anda lebih baik menyimpannya di suhu ruang. Tapi, pastikan tidak ada yang busuk. Sedangkan bawang dan kentang tidak oerlu dicuci terlebih dahulu. Masukkan saja ke dalam kulkas. Namun, masukkan ke dalam tempat dan alas dengan tisu.
  • Jika anda menemukan sayuran yang sudah patah, terpotong atau bahkan sedikit berjamur, maka pisahkan terlebih dahulu. Anda bisa langsung mengolahnya atau jika memang ingin disimpan maka buang terlebih dahulu bagian yang rusak. Setelah itu pastikan wadah penyimpanannya kering. Gunakan tisu untuk mengurangi kelembaban yang memicu timbulnya jamur di bagian sayuran yang rusak tersebut.

Namun, apakah hanya tips di atas saja yang bisa anda gunakan untuk menjamin umur penyimpanan sayuran? Tentu tidak. Anda harus tahu bahwasanya sekarang ada banyak produsen yang sudah menggunakan metode pembekuan makanan. Sehingga sayuran akan dibekukan dan termasuk kedalam kategori frozen food. Kenapa harus dibekukan? Tentu ini digunakan agar bahan makanan seperti sayuran tetap memiliki bentuk fisik yang utuh. Tidak busuk dan tidak rusak layaknya sayuran segar namun dalam umur penyimpanan yang lebih lama. Misalnya saja produk frozen food milik Kokikit, anda bisa menjadikan ini sebagai pilihan alternatif anti ribet. Jadi, anda tetap punya stok sayuran di rumah hingga 3 bulan lamanya, loh!

Bisnis makanan atau kuliner pasti selalu mengalami perkembangan. Bukan tanpa sebab memang, karena manusia memiliki kebutuhan untuk makan. Dan ready to heat meals menjadi salah satu inovasi yang banyak digeluti saat ini. Namun, apakah benar bisnis ini memiliki potensi yang menjanjikan? Mengingat konsep ini belum banyak dikenali oleh banyak oleh orang. Agar anda tidak bingung lagi, mari kita simak bagaimana prospek bisnis ini.

ready to heat meals
source : sevilla.abc.es

1. Diperlukan Banyak Kalangan

Bayangkan saja, di tengah perkembangan teknologi saat ini ada banyak pekerja dengan beragam pekerjaannya. Minusnya, kebanyakan orang yang sibuk bekerja tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Bayangkan jika pagi-pagi anda dituntut untuk bekerja san berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan. Apa yang akan anda makan untuk sarapan? Apakah hanya segelas susu? Bagaimana dengan pulang dari bekerja? Tubuh lelah anda pasti membutuhkan istirahat, bukan? Nah, hal inilah yang membuat bisnis makanan cepat saji berkembang dengan pesat. Lalu, apa bedanya makanan cepat saji dengan ready to heat meals ini? Sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya saja, dengan metode eat and heat ini maka anda bisa mendapatkan banyak menu yang lebih sehat. Kenapa metode ini ada untuk semua kalangan? Sebab, tidak hanya para pekerja yang sibuk saja. Bahkan para pelajar, para ibu rumah tangga yang sedang kelelahan atau bagi kaum rebahan juga membutuhkannya. Jadi, tidak mengherankan jika prospek bisnis ini akan terus berkembang dari waktu ke waktu.

2. Harga Bersaing dan Sehat

Hal berikutnya yang pasti dipertimbangkan oleh pelanggan ketika menggunakan layanan makanan pasti masalah harga dan keamanannya. Hanya karena dikemas dengan kemasan yang terlihat mewah bukan berarti harganya selangit. Padahal harga yang ditetapkan di bisnis ini tergolong standar. Bahkan, jika dibandingkan ketika anda membeli makanan yang dimasak dengan metode biasa tentu lebih sehat jika menggunakan metode ini. Sebab, jika belum ingin disajikan anda tetap bisa menyimpannya di kulkas. Rasa, nutrisi serta kesegaran nya tetap terjaga. Jika dimasak dengan cara biasa tentunya masa simpan makanan tersebut akan lebih pendek.

source : Timeoutmexico.mk

3. Strategi Marketing Yang Optimal

Tidak sedikit pemilik bisnis ini yang menggunakan media sosial sebagai ajang promosi. Bahkan, anda juga akan menemukan official website dimana anda bisa melihat daftar menu, layanan hingga mengorder langsung layanan tersebut. Misalnya layanan ready to heat meals milik Kokikit. Sehingga orang-orang yang masih awam akan mengerti tentang inovasi kuliner kekinian ini. Sehingga, bisnis ini akan banyak dikenal di beberapa waktu kedepan.

4. Tahan Lama

Takut memulai bisnis makanan karena mudah basi? Jangan takut lagi, pemilik usaha ini sudah mempertimbangkan bagaimana prospek bagus usaha tersebut kedepannya. Sebab, setelah dimasak, produk akan dibekukan dan tentunya lebih awet alias tahan lama. Jadi, tidak perlu takut jika tidak langsung laku setelah dimasak. Dan, poin ini juga menjadi salah satu poin kenapa bisnis ini pasti akan bertahan. Karena, kerugian akibat kerusakan bisa diminimalisir. Padahal, kerugian atas tidak bisa dijual ulang ketika makanan yang telah dimasak rusak atau basi menjadi momok tersendiri bagi pengusaha makanan cepat saji. Dengan metode ini, ketakutan tersebut seolah-olah dipatahkan loh.


Bagaimana? Ada banyak alasan mengapa bisnis kuliner ready to heat meals ini pasti mampu bersaing dan sukses, bukan?

Semenjak kemunculannya, frozen food kian banyak digemari. Sebab, sangat membantu terutama untuk menyimpan banyak jenis makanan agar bisa dikonsumsi lebih lama. Sayangnya, masih banyak anggapan negatif hingga segudang mitos yang membuat orang enggan untuk mencoba produk frozen food ini. Padahal, terkadang anggapan yang beredar tidak memiliki dasar yang kuat, loh! Untuk itulah, anda sebagai salah satu konsumen harus tahu mana yang fakta dan mana yang hanya sekedar hoax tentang frozen food tersebut. Dan, untuk menjawab pertanyaan tentang apakah frozen food sehat atau tidak, maka kali ini kita akan membahasnya.

frozen food
source : Adira.co.id

1. Nutrisi Makanan

Sehat atau tidaknya makanan tentu akan tergantung kepada kandungan nutrisi yang dimilikinya. Khusus untuk frozen food kandungan nutrisi tetap terjaga. Hal ini diungkapkan bukan tanpa alasan. Sebab, seorang ahli gizi dari New York yang melakukan penelitian di tahun 2015 menemukan fakta tentang nutrisi makanan beku tersebut. Menurut ahli gizi yakni Rachel Link, gizi makanan yang dibekukan tidak hilang bahkan sebagian tetap sama kandungannya dengan versi makanan segar.  Tetap ada plus dan minus makanan beku dan makanan segar. Misalnya, dirinya menemukan fakta ada beberapa jenis makanan yang kandungan gizinya bertambah ketika dibekukan ketimbang versi segar. Ada juga sebagian yang kandungan nutrisi sedikit berkurang dibandingkan dengan versi segar.

2. Keamanan Terhadap Virus

Berita terkini tentang makanan beku ini adalah ketahanannya terhadap serangan virus. Pada dasarnya, suhu dingin memang tidak bisa membunuh virus. Virus akan tetap dalam keadaan dormant atau “mati suri” ketika dibekukan. Tentunya, hal ini menjadi momok tersendiri bagi orang-orang ketika ingin mengkonsumsi makanan beku. Apalagi akhir-akhir ini banyak yang menyebutkan wabah yang terjadi akibat infeksi virus bisa tertular melalui makanan beku. Benarkah? Sebelumnya, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan makanan beku bisa menularkan virus. Dan terlebih lagi masalah keamanan juga sepenuhnya ditanggung oleh konsumen saat mengkonsumsi makanan tersebut. Kenapa? Sebab, nantinya konsep sehat atau tidaknya ya tergantung kepada anda. Misalnya saja, jika anda membeli sayur beku, maka anda harus mengolahnya dengan baik. Seperti mencuci sampai bersih sebelum dimasak dan masaklah dengan temperatur yang sesuai hingga benar-benar matang. Tentu dengan cara ini maka virus akan mati dengan sendirinya.

frozen food
source : Goodlife.id

3. Menggunakan Bahan Pengawet Berbahaya

Untuk pernyataan yang satu ini, anda bisa bernafas lega. Sebab, metode mengawetkan makanan melalui proses pembekuan memang sudah ada semenjak ratusan tahun yang lalu. Sehingga, makanan yang masih tahan tersebut bukan dikarenakan bahan pengawet berbahaya. Namun memang karena suhu rendah yang membuat proses pembusukkan menjadi terhambat. Hal ini juga berlaku untuk makanan yang telah diolah. Namun, jika dibekukan maka akan lebih lama umur simpannya.

Kesimpulan

Jadi, apakah makanan beku benar-benar sehat untuk dikonsumsi? Ya, makanan beku juga tetap sehat untuk dikonsumsi. Bahkan tidak jarang juga metode pembekuan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan juga untuk diet. Pastinya, para ahli gizi sudah mempertimbangkan baik dan buruknya menggunakan frozen food ini, bukan? Namun tentu saja semua kembali kepada anda yang mengolah dan menggunakannya. Makanan segar yang tidak teridentifikasi masalah apapun pasti bisa menjadi tidak sehat jika diolah menggunakan alat atau metode yang tidak steril. Sebab sejatinya makanan beku ada untuk memenuhi kebutuhan banyak orang yang tidak bisa mendapatkan makanan segar. Logikanya, tidak semua orang selalu memiliki waktu untuk selalu berburu makanan segar, bukan?

Frozen food atau makanan beku menjadi salah satu trend bisnis terkini. Sebab, makanan yang dibekukan ini memiliki umur simpan yang jauh lebih lama. Namun, dibalik perkembangan bisnis makanan beku, apakah anda tahu bagaimana sejarah dibalik trend tersebut? Setidaknya, sebagai salah satu penyuka makanan beku, anda juga berhak tahu sedikit lebih banyak tentang frozen food ini, bukan? Untuk itu, mari kita kupas lebih dalam.

frozen food
Source :Gresnews.com

Asal Usul Sejarah Frozen Food

Jika anda penasaran tentang dari mana sejarah makanan beku tersebut, maka anda akan terkejut mengetahui faktanya. Pada tahun 1912 silam tercatat bahwa Birdseye merupakan titik terang bisnis makanan beku. Birdseye sendiri merupakan salah satu produsen makanan beku yang berkembang dengan baik. Birdseye sendiri adalah nama belakang dari seseorang yang dikenal dengan julukan “bapak makanan beku”. Sang bapak makanan beku ini sebenarnya bekerja di Kapal Rumah Sakit. Dirinya sebenarnya mengembangkan bisnis makanan beku ini setelah mempelajari kebiasaan penduduk Amerika asli. Dirinya menyadari kebiasaan memancing ikan masyarakat lokal di sana selalu menyimpan hasil tangkapan mereka pada suhu -1 derajat celcius. Namun uniknya ikan yang mereka bekukan tetap terasa lezat saat diolah menjadi makanan walaupun sudah dibekukan. Dari hal tersebutlah akhirnya Birdseye belajar itu adalah peluang bisnis yang baik. Makanan yang belakangan ini sangat berkembang sudah ada sebenarnya dari tahun 80an. Namun, tidak terlalu dikenal saat itu. Apalagi pengetahuan tentang makanan beku masih belum diketahui banyak orang. Namun semenjak bapak makanan beku fokus akan bisnis tersebut maka semenjak tahun 1923 bisnis ini kian banyak dilirik. Apalagi semenjak dirinya juga fokus mencari cara agar kemasan makanan tersebut, praktis, ekonomis, ergonomis dan tidak membuat produknya rusak.

Source : Cloudinary.com

Teknologi Serta Teknik Pembekuan Makanan

Setelah mengetahui bagaimana sejarah atau asal usulnya, anda juga mungkin penasaran bagaimana teknik dan teknologi apa yang digunakan? Teknik pembekuan sederhana sudah digunakan untuk membekukan ikan semenjak tahun 1800 silam. Kala itu, penduduk asli Amerika hanya menggunakan garam. Namun, lemari pendingin sudah ada semenjak abad ke 19. Perkembangan teknologi susah membuahkan hasil. Dimana abad ke 20 makanan beku mengalami banyak peningkatan. Salah satu diantaranya adalah penemuan kemasan yang lebih efisien. Hal ini juga sebanding dengan munculnya jenis makanan kering. Untuk teknik pembekuan ada 3 cara umum yang digunakan, yaitu:

  • Media udara
  • Media cairan
  • Kontak langsung dengan bahan yang dingin

Pemilihan di antara ketiga teknik pembekuan di atas juga didasari atas jenis produk yang dibekukan. Ada beberapa pertimbangan untuk memilih salah satu teknik yang tepat, yakni:

  • Apakah teknik yang digunakan bisa mengubah bentuk fisiknya? 
  • Amankah untuk dikonsumsi? 
  • Mempertimbangkan kualitas hingga nutrisi makanan.
  • Mempertahankan rasa alami makanan.

Seiring dengan perkembangannya, metode yang digunakan untuk menghasilkan frozen food berkualitas semakin baik. Jenis makanan jadi, setengah jadi hingga makanan mentah sudah bisa dijadikan sebagai makanan beku. Tentu saja tanpa mengesampingkan resiko perubahan bentuk, rasa hingga keamanan atau nutrisinya. Para pelaku bisnis makanan beku sudah banyak merambah jenis makanan yang akan dibekukan. Bahkan, kemasan yang digunakan juga jauh lebih fleksibel. Belum lagi teknologi canggih telah melahirkan alat bernama freezer. Menggunakan titik beku pada freezer maka anda bisa menjamin makanan beku tetap awet. Tidak hanya itu, suhu dingin tersebut juga penting agar bakteri atau mikroorganisme parasit tidak bisa berkembang biak. Bagaimana? Sangat menarik sekali pembahasan mengenai frozen food ini, bukan?

Chat dengan kami